Berita LGBT

LGBT itu Penyakit, bukan Hak Asasi

Gay itu penyakit. Karena itu jangan ditolerir, tapi harus diobati
RABU, 1 JULI 2015
LGBT
LGBT (internet)

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual (LGBT) sejatinya bukanlah hak asasi, melainkan penyakit. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan tekad dan kemauan dari orang yang bersangkutan. Demikian diungkapkan Ketua MUI Pusat Dr Anwar Abbas.

“Ini penyimpangan terhadap ajaran agama atau hukum alam. Negara harus ikut membantu mengarahkan agar orientasi seksual mereka kembali ke sunnatullah,” kata Anwar Abbas seperti dikutip Republika Online, Ahad (28/6).

Anwar melanjutkan, manusia bisa saja menentang hukum alam. Misalnya, manusia akan merasa lapar setelah sekian jam tidak makan. Manusia bisa memilih untuk tidak makan, tapi konsekuensinya akan sakit. Menurut Anwar, demikian pula dengan hukum alam.

Supaya tidak sakit, lanjutnya, manusia harus tahu hukum alam. Laki-laki hanya bisa membangun keluarga dengan perempuan, tidak bisa dengan sesama laki-laki. Jika penyimpangan terhadap hukum alam itu dibiarkan, akan muncul siksa Tuhan.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah ini menambahkan, masyarakat yang tidak melakukan pun dapat terkena dampak penyimpangan tersebut. Entah dalam bentuk penyakit menular, kerusakan tatanan sosial, dan sebagainya. Pelajaran itu telah disampaikan Alquran dalam kisah Nabi Luth.

Menurutnya, kalau ada orang yang berperilaku seperti itu, negara harus turun mendampingi mereka. LGBT bisa disembuhkan asal ada tekad dan usaha dari yang bersangkutan. Anwar pun menyebutkan beberapa sosok yang berhasil sembuh dari penyimpangan ini.

“Gay itu penyakit. Karena itu jangan ditolerir, tapi harus diobati. Bukannya melegalkan keinginan mereka, tapi kita berupaya mengarahkan orientasi seksual mereka,” kata Anwar Abbas. (Suara Islam)


KOMENTAR
ajxload

KIRIM KOMENTAR
FACEBOOK

TWITTER